Pembahasan kali ini akan fokus pada perintah eject, sebuah perintah yang konon sangat mempengaruhi umur dari sebuah perangkat USB.
Perintah yang sudah pasti dikenal oleh mereka yang sering menggunakan komputer atau laptop.
Bahkan perintah ini menimbulkan pertanyaan yaitu “Apakah sebuah perangkat USB harus kita eject terlebih dahulu sebelum mencabutnya?”
Mari lanjut saja ke pembahasan utama untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Apa Itu Eject
Eject memiliki arti yaitu mengeluarkan, melepas, menghempaskan atau mengusir dalam bentuk aktif.
Eject sendiri adalah sebuah perintah di dalam dunia komputer, perintah ini bisa kita temukan pada beberapa sistem operasi seperti Windows, MacOS dan Linux.
Perintah ini akan memberitahu sistem operasi untuk mengeluarkan perangkat yang termasuk sebagai removable disk drives.
Contoh perangkatnya adalah USB flashdisk atau mungkin harddisk eksternal yang terhubung lewat port USB.
Selain USB, perintah ini juga bisa kita temui dalam bentuk tombol pada CD-ROM atau mungkin Floppy disk.
Untuk menjalankan perintah eject pada sistem operasi sendiri cukup mudah, karena kita pilih perangkat yang ingin kita cabut dan pilih eject.
Berikut adalah contoh menjalankan perintah eject pada sistem operasi Windows 10.
Kalian bisa cari icon USB di bawah kanan, lalu pilih perangkatnya, klik kanan dan pilih eject.
Cara lain juga bisa melalui file explorer, silahkan pilih perangkat, misalkan Local Disk F, klik kanan dan pilih option eject.
Dan untuk sistem operasi yang lain, caranya tidak cukup berbeda dengan yang ada pada Windows.
Baik itu sekiranya tentang perintah eject, sekarang kita lanjut ke pertanyaan pada judul.
Lebih Baik Eject Atau Langsung Cabut
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa eject adalah perintah untuk mengeluarkan sebuah removable disk drives dari komputer.
Hal ini memunculkan dua buah pihak yang mungkin salah satunya adalah kalian.
Yang pertama adalah mereka yang langsung saja cabut, dan yang lainnya adalah mereka yang wajib menjalankan perintah ini.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan lihat mana yang lebih aman di antara keduanya.
Perintah ini memanglah aman karena kita secara “halus” memberitahu komputer bahwa kita sebagai pengguna ingin mencabut sebuah USB removable disk.
Seperti slogannya, “Safely eject the USB memory device”, yang artinya secara aman mencabut perangkat memori USB.
Namun bukan berarti mencabut secara langsung akan membahayakan perangkat memori tersebut.
Yang berbahaya adalah mencabutnya di saat sedang ada proses pengiriman data.
Entah itu pengiriman dari dalam komputer ke perangkat USB atau dari perangkat USB ke dalam komputer.
Karena di saat sedang ada transaksi data, data tidak langsung berpindah tempat.
Melainkan akan disimpan terlebih dahulu di RAM atau harddisk dalam bentuk cache.
Jika saluran sudah atau aman atau tidak sibuk, barulah data tersebut dikirimkan.
Data yang dalam bentuk cache inilah yang sangat rentan membuat data menjadi corrupt.
Karena memang cache itu sifatnya sementara.
Maka kesimpulannya, eject atau langsung cabut tidak menjadi masalah.
Yang jadi masalah adalah melakukan salah satu dari antara keduanya di saat proses pengiriman data sedang berjalan.
Jadi kalau kalian sayang dengan flashdisk kalian, usahakan cancel atau stop proses pengiriman data terlebih dahulu.
Rangkuman
Jadi itu saja pembahasan singkat kita pada artikel kali ini.
Semua masalah kecil sebenarnya, namun sering memunculkan banyak masalah atau kerusakan pada perangkat USB.
Mulai sekarang, tidak usah takut langsung cabut, atau mungkin masih setia dengan perintah eject, keduanya sama-sama aman,
Dengan catatan, tidak ada proses pengiriman data.
Menurut pengalaman pribadi, entah itu harddisk eksternal atau flashdisk, tidak pernah ada masalah saat mencabutnya secara langsung.
Menggunakan perintah eject-pun juga baik-baik saja.
Mungkin sekian saja untuk artikel kali ini, semoga bermanfaat dan terima kasih.